DUA DOKTOR PEREMPUAN LAHIR DARI RAHIM PASCASARJANA UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR
Batusangkar, 15 Juni 2026 – Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menorehkan prestasi akademik dengan melahirkan dua doktor perempuan melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Senin (15/6/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pascasarjana dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan Islam di Indonesia.
Doktor pertama yang berhasil mempertahankan disertasinya adalah Desmita (NIM 231012003) dengan judul disertasi “Konstruksi Konsep Kecerdasan Hati Menurut Psikologi Islam dan Signifikansinya dalam Mewujudkan Higher Self Development (Studi Analisis Hati Berfungsi untuk Berfikir)”.
Dalam disertasinya, Desmita mengkaji secara mendalam konsep kecerdasan hati dalam perspektif psikologi Islam dan relevansinya terhadap pengembangan diri manusia. Penelitian tersebut menawarkan perspektif baru mengenai fungsi hati sebagai pusat kesadaran, pemikiran, dan pengembangan potensi diri yang berlandaskan nilai-nilai spiritual Islam.
Ujian terbuka Desmita dipimpin oleh Prof. Delmus Puneri Salim, M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang, dengan Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Sidang dan Dr. Sirajul Munir, M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang. Bertindak sebagai penguji internal Prof. Dr. H. Kasmuri Selamat, M.A., sedangkan penguji eksternal adalah Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Si., Psikolog. Tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag. sebagai Promotor, didampingi Dr. Masril, M.Pd. sebagai Co-Promotor I dan Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Co-Promotor II.

Pada kesempatan yang sama, Doktor Kedua, Reni Susanti (NIM 231012013) juga berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasi berjudul “Ilmu Hudhuri dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazali dan Mulla Shadra (Studi Komparatif)”.
Penelitian Reni Susanti mengkaji secara komprehensif konsep ilmu hudhuri dalam pemikiran dua tokoh besar filsafat Islam, Al-Ghazali dan Mulla Shadra. Kajian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan epistemologi Islam, khususnya terkait hakikat pengetahuan intuitif dan hubungan antara subjek yang mengetahui dengan objek pengetahuan.
Sidang promosi doktor Reni Susanti dipimpin oleh Prof. Delmus Puneri Salim, M.A., M.Res., Ph.D. selaku Ketua Dewan Sidang, dengan Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Sidang dan Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. sebagai Sekretaris Sidang. Penguji internal adalah Prof. Dr. H. Kasmuri Selamat, M.A., sedangkan penguji eksternal Prof. Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag.. Tim pembimbing terdiri dari Dr. M. Yusuf Salam, S.Ag., M.A. sebagai Promotor dan Dr. Akhyar, M.Ag. sebagai Co-Promotor.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kedua promovendus atas keberhasilan yang diraih. Menurutnya, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam.
“Lahirnya dua doktor perempuan pada hari ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengembangan keilmuan, penelitian, dan pembangunan peradaban. Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus berkomitmen melahirkan lulusan doktor yang unggul, moderat, inovatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan Desmita dan Reni Susanti dalam mempertahankan disertasinya pada hari ini, mencetak rekor doktor pertama yang telah dilahirkan oleh Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, sejak Prodi ini mula memulai aktifitas perkuliahan tahun 2023 lalu. Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Pascasarjana sebagai pusat pengembangan kajian Islam, pendidikan, dan pemikiran kontemporer yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan serta kemaslahatan umat. **fath48ren s
