Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar Gelar Workshop Revisi Kurikulum, Perkuat Arah Pendidikan Tinggi yang Adaptif dan Bermutu
Batusangkar — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menggelar Workshop Revisi Kurikulum Program Studi Pascasarjana Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di tengah tuntutan perubahan zaman.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di Grand Rocky Hotel Bukittinggi. Agenda strategis ini melibatkan unsur pimpinan universitas, jajaran Pascasarjana, pengelola program studi, dosen, pusat penjaminan mutu, tenaga administrasi, serta stakeholder.
Berdasarkan Surat Tugas Nomor B-2784/Un.25/R/KP.01/07/2026 yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, sebanyak 36 orang ditugaskan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Surat tugas itu ditandatangani oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim.
Workshop ini tidak sekadar menjadi forum administratif untuk memperbarui dokumen kurikulum. Lebih jauh, revisi kurikulum merupakan momentum penting untuk memastikan proses pendidikan di tingkat Pascasarjana tetap memiliki relevansi akademik, daya saing, dan keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan keilmuan.

Keterlibatan pimpinan universitas dan unsur penjaminan mutu menunjukkan bahwa pembaruan kurikulum ditempatkan sebagai bagian dari agenda penguatan tata kelola akademik. Sementara itu, hadirnya para ketua program studi dan dosen Pascasarjana menjadi elemen penting dalam memastikan rumusan kurikulum tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar mampu diterjemahkan ke dalam proses pembelajaran yang berkualitas.
Sejumlah program studi Pascasarjana tercantum dalam surat tugas tersebut, di antaranya Program Studi S3 Studi Islam, S2 BKPI, S2 PAI, S2 MPI, S2 EKsyA, S2 HKI, dan S2 HES, bersama unsur lain yang mendukung pengembangan dan penjaminan mutu Pascasarjana.
Revisi kurikulum menjadi semakin penting ketika perguruan tinggi dihadapkan pada perubahan cepat dalam dunia pendidikan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika sosial keagamaan. Kurikulum Pascasarjana dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan riset, memecahkan persoalan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, workshop ini dapat menjadi ruang strategis untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang berjalan sekaligus merumuskan arah pengembangan program studi ke depan.
