IAIN Langsa dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar Tandatangani MoA: Perkuat Sinergi Akademik, Riset, dan Transformasi Pascasarjana
Batusangkar, 14 November 2025 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dan Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) pada Rabu, 12 November 2025, di ruang rapat Gedung Pascasarjana IAIN Langsa.
Penandatanganan tersebut menandai komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta perluasan jejaring penelitian dan pengabdian masyarakat.
Direktur Pascasarjana IAIN Langsa, Dr. Zulfikar, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran rombongan dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi kita dalam meningkatkan mutu akademik dan memperluas kolaborasi antar-Pascasarjana PTKIN,” ujarnya sembari memperkenalkan jajaran dosen dan tenaga kependidikan Pascasarjana IAIN Langsa.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc, menegaskan bahwa MoA ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan akan diikuti dengan implementasi nyata yang memperkuat kapasitas kedua lembaga.
“Kita ingin memastikan MoA ini betul-betul hidup. Dalam waktu dekat, kita akan merealisasikan program pertukaran dosen, kuliah tamu, dan kolaborasi dalam pengujian disertasi. Inilah bentuk sinergi yang saling menguatkan,” jelas Prof. Marjoni.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawy, M.A., yang akrab disapa Dr. Emi, mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi dorongan moral bagi IAIN Langsa untuk terus berbenah menuju transformasi menjadi UIN Zawiyah Cot Kala Langsa.
“Kehadiran tim dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar membawa semangat baru bagi kami. Kampus Batusangkar sudah lebih dahulu bertransformasi menjadi UIN; tentu ini sangat relevan bagi kami yang sedang meniti proses serupa,” ujar Dr. Emi.
Senada dengan itu, Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A, menyampaikan bahwa kolaborasi antar-PTKIN merupakan keniscayaan dalam menghadapi dinamika pendidikan Islam modern.
“Kerja sama ini bukan sekadar formalitas antar-lembaga, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama membangun ekosistem akademik Islam yang inovatif, moderat, dan berdaya saing global,” tegas Prof. Ismail.
Dalam suasana yang akrab dan kolaboratif tersebut, kedua pihak juga membahas peluang penelitian bersama, penguatan publikasi ilmiah, serta pengembangan kurikulum berbasis integrasi keilmuan dan teknologi.
Salah satu dosen muda IAIN Langsa, Dr. Nuraini, M.Pd., menyebut MoA ini membuka peluang luas untuk peningkatan kapasitas akademik.
“Kami berharap dosen-dosen muda bisa berkolaborasi dalam riset dan publikasi bersama. Ini momentum yang baik untuk belajar dari pengalaman UIN MYB yang sudah lebih maju di bidang Pascasarjana,” ujarnya.
Dari kalangan mahasiswa, Fauzan Ramadhan, mahasiswa Pascasarjana IAIN Langsa, turut mengungkapkan optimismenya.
“Kami berharap ada kegiatan pertukaran akademik dan seminar gabungan agar kami bisa menambah wawasan, jejaring, dan pengalaman lintas kampus,” katanya dengan antusias.
Penandatanganan MoA ini menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam memperkuat kolaborasi keilmuan antar-PTKIN menuju kualitas pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berorientasi masa depan.
Melalui semangat sinergi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan IAIN Langsa bertekad menjadikan kolaborasi ini sebagai model kemitraan akademik yang tidak hanya produktif, tetapi juga membawa dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan peradaban Islam Indonesia.
***
