Kuliah Pascasarjana (KUPAS) #010 Angkat Tema “Ecological Counseling in Higher Education”
Batusangkar, 29 April 2026— Program Pascasarjana kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk Kuliah Pascasarjana (KUPAS) #010 dengan mengusung tema “Ecological Counseling in Higher Education”, yang menyoroti pentingnya pendekatan ekologi dalam praktik bimbingan dan konseling di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ilmiah ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Ardimen, M.Pd., Kons yang dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan keilmuan konseling di Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa konseling di perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berfokus pada individu, tetapi harus mempertimbangkan interaksi kompleks antara mahasiswa dengan lingkungan sosial, budaya, dan akademik.
“Pendekatan ekologis memungkinkan konselor memahami mahasiswa secara lebih utuh, termasuk pengaruh sistem lingkungan yang melingkupinya,” ungkapnya dalam sesi kuliah yang berlangsung dinamis dan interaktif.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Sirajul Munir, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ilmiah seperti KUPAS sebagai ruang penguatan kapasitas akademik mahasiswa dan dosen. Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari tradisi akademik yang produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Marjoni Imamora, menyampaikan dukungannya terhadap tema yang diangkat. Menurutnya, isu kesehatan mental mahasiswa di era modern menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dan kontekstual, sebagaimana ditawarkan dalam konsep ecological counseling.
Kegiatan KUPAS #010 ini diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana, dosen, serta praktisi pendidikan, yang antusias mengikuti setiap sesi diskusi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman baru sekaligus penguatan kompetensi dalam bidang bimbingan dan konseling yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini.
KUPAS terus diharapkan menjadi wadah strategis dalam membangun tradisi akademik yang kritis, tajam, dan terpercaya di lingkungan Pascasarjana. (Fath)
