Kuliah Pascasarjana Perdana di UIN Mahmud Yunus Batusangkar Angkat Perspektif Al-Qur’an tentang Ruang dan Waktu
[et_pb_section admin_label=”section”]
[et_pb_row admin_label=”row”]
[et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text”]
Batusangkar, 8 Januari 2024 – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar mengadakan Kuliah Pascasarjana (KuPas) perdana bertajuk “Ruang dan Waktu dalam Perspektif Al-Qur’an: Sebuah Integrasi Kosmologis dan Spiritual”. Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 8 Januari 2024 pukul 14.00 hingga 15.30 WIB.
Kuliah ini dipandu oleh Annisaul Khairat dengan pemateri yaitu Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., yang dikenal luas sebagai akademisi dengan kajian mendalam di bidang kosmologi dan spiritualitas Islam.
Menurut panitia, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan perspektif Al-Qur’an tentang ruang dan waktu sebagai konsep yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Melalui pendekatan integratif ini, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai agama.
“Kami berharap peserta dari berbagai daerah di Indonesia bisa mendapatkan wawasan baru yang tidak hanya memperkaya keilmuan, tetapi juga meneguhkan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Marjoni.
Dalam pemaparannya, Prof. Marjoni menyampaikan, “Ruang dan waktu bukan hanya konsep fisik yang dijelaskan oleh sains modern, tetapi juga sebuah dimensi spiritual yang melibatkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk memahami keterbatasan ruang dan waktu sebagai peluang untuk mendekatkan diri pada Allah.”
Prof. Marjoni juga menambahkan, “Pemahaman tentang ruang dan waktu dalam Al-Qur’an dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan keimanan, menciptakan harmoni antara akal dan hati.”
Acara ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari kalangan mahasiswa pascasarjana, dosen, hingga peneliti. Salah satu peserta, Afif Waldi, yang juga berprofesi sebagai Hakim, turut memberikan pertanyaan dalam forum diskusi, menambah dimensi menarik dalam pembahasan.
Diskusi yang interaktif dan mendalam ini menciptakan antusiasme tinggi di kalangan peserta, mempertegas relevansi tema dalam membangun pemahaman kosmologis yang berlandaskan nilai spiritual Al-Qur’an. Acara ini menjadi awal yang baik bagi Program Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memfasilitasi diskusi ilmiah dengan pendekatan integratif.
[/et_pb_text][/et_pb_column]
[/et_pb_row]
[/et_pb_section]
