Lima Promovendus Tampil di Ujian Terbuka Doktor Batch II, Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar Tegaskan Komitmen pada Riset Berdampak

BATUSANGKAR, 7 Agustus 2026 – Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam melalui penyelenggaraan Ujian Terbuka Promosi Doktor (S3) Batch II Program Studi Studi Islam. Selama periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026, lima promovendus mempertahankan disertasi mereka di hadapan dewan penguji yang terdiri atas guru besar, akademisi senior, serta pakar nasional sesuai bidang keahlian masing-masing.

Pelaksanaan ujian terbuka ini bukan sekadar tahapan akademik menuju gelar doktor. Lebih dari itu, forum ilmiah tersebut menjadi ruang untuk menguji orisinalitas, kebaruan (scientific novelty), relevansi, serta kontribusi nyata hasil penelitian dalam menjawab berbagai persoalan strategis di masyarakat.

Lima promovendus yang mengikuti ujian terbuka Batch II adalah Zainal Jusmar. Judul Disertasi: Pengembangan Model Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Hybrid Training bagi Calon Kepala Sekolah Dasar. Yusnen, Judul Disertasi: Implementasi Mitigasi Bencana Gunung Marapi Berbasis Pentahelix dengan Pendekatan Islam di Kabupaten Tanah Datar. Indrayeni, Judul Disertasi: Pengembangan Buku Ajar Muatan Lokal Budaya Alam Minangkabau Terintegrasi Nilai Keislaman Berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Sekolah Dasar. Safril Gazali, Judul Disertasi: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sumber Daya Manusia Pariwisata di Minangkabau. Dan Burhanuddin Judul Disertasi: Epistemologi Hadis Siyasah Said Nursi dalam Kitab Rasail Al-Nur.

Kelima penelitian tersebut mencerminkan spektrum kajian yang luas, mulai dari inovasi pendidikan, mitigasi bencana berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan budaya lokal, penguatan sektor pariwisata, hingga pengembangan pemikiran Islam kontemporer. Keragaman tema ini menunjukkan bahwa Program Doktor Studi Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga menghadirkan solusi akademik terhadap kebutuhan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menegaskan bahwa ujian terbuka merupakan instrumen penting dalam menjaga mutu akademik serta memastikan setiap lulusan doktor memiliki kompetensi riset yang kuat, integritas ilmiah, dan kemampuan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor Studi Islam, Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., menekankan bahwa setiap disertasi harus memiliki kebaruan ilmiah dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian persoalan nyata di tengah masyarakat. Program doktor terus diarahkan agar menghasilkan lulusan yang memenuhi standar KKNI Level 9 dan mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.

Pelaksanaan ujian terbuka Batch II juga menghadirkan dewan penguji dari berbagai disiplin ilmu dan institusi, termasuk penguji eksternal pada beberapa sidang, sehingga proses akademik berlangsung secara objektif, kritis, dan memenuhi standar mutu pendidikan doktoral.

Dengan berakhirnya rangkaian Ujian Terbuka Promosi Doktor Batch II, Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali memperlihatkan konsistensinya dalam membangun budaya riset yang unggul. Setiap doktor yang dilahirkan diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik tertinggi, tetapi juga menjadi ilmuwan yang mampu menghadirkan gagasan baru, memperkuat pengembangan Studi Islam, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan peradaban. **Fath48

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *