Optimalisasi Kunjungan: Integrasi Seminar Nasional, Pengabdian Masyarakat, dan Jejaring Kerja Sama. Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar Bangun Sinergi Akademik dengan IAIN Takengon
Batusangkar, 12 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kolaborasi akademik lintas Provinsi, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar bersama rombongan melakukan kunjungan akademik ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Kegiatan bertajuk “Satu Kunjungan, Banyak Input” ini menjadi momentum penting mempererat hubungan kelembagaan sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan pendidikan Islam di era digital.
Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital”, yang dihadiri oleh mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan para dosen IAIN Takengon. Dalam kegiatan ini, pihak Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar didaulat sebagai pembicara utama.

Sebagai pembicara kunci, tampil Prof. Dr. Rahmat Hidayat, M.Ag., M.Pd., selaku Ketua Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN MYB. Dalam pemaparannya yang berjudul “Analisis Filosofis Eksistensi Pendidikan Islam: Harapan dan Tantangan”, beliau menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam menghadapi modernisasi pendidikan.
“Transformasi pendidikan Islam tidak boleh berhenti pada aspek teknologi. Ia harus tetap berpijak pada fondasi nilai, moral, dan spiritualitas yang menjadi ruh pendidikan Islam,” ujar Prof. Rahmat dengan penuh penekanan.
Sementara itu, Dr. Sirajul Munir, M.Pd., selaku Wakil Direktur Pascasarjana, membawakan materi berjudul “Konstruksi Distingsi Program Studi Pendidikan Islam di Era Digital”. Ia menyoroti pentingnya membangun keunggulan dan karakter khas setiap program studi agar mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas keilmuan Islam.
“Digitalisasi menuntut inovasi, tetapi inovasi harus berakar pada nilai. Itulah tantangan utama bagi pendidikan Islam di era sekarang,” ungkap Dr. Sirajul Munir.

Selain kegiatan seminar, Pascasarjana UIN MYB juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Hj. Sri Yunarti, M.Ag. (Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam) dan Dr. Farida Arianti, M.Ag. (Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah). Dalam kegiatan tersebut, keduanya menyampaikan materi mengenai penguatan literasi hukum Islam dan penerapan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sosial masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para mahasiswa dan dosen IAIN Takengon aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman, mencerminkan semangat kolaboratif antara dua perguruan tinggi Islam yang berkomitmen membangun pendidikan berkualitas dan berkarakter.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan hanya sekadar pertukaran ilmu, melainkan bagian dari upaya membangun jejaring akademik yang berkelanjutan antarperguruan tinggi Islam.
“Kami datang bukan hanya untuk berkolaborasi, tetapi juga bersinergi. Setiap kunjungan adalah kesempatan memperkaya wawasan dan menumbuhkan kolaborasi. Dari Tanah Datar hingga Tanah Gayo, kita ingin meneguhkan semangat membangun pendidikan Islam yang berkualitas, moderat, dan berdaya saing,” tutur Direktur Pascasarjana UIN MYB dengan penuh semangat.
Kunjungan akademik ini menjadi simbol harmoni antara Nagari Batusangkar, Tanah Datar, dan Tanah Gayo, Aceh Tengah. Dua daerah yang berbeda secara geografis, namun seirama dalam visi mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Di sisi lain, Pascasarjana IAIN Takengon juga menampilkan potensi dan strategi pengelolaan akademik yang inspiratif. Mereka mengungkapkan bahwa setiap tahun berhasil merekrut sekitar 500 mahasiswa baru, sebuah capaian yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.
“Kunci keberhasilan kami adalah kedekatan dengan mahasiswa, kepastian dalam pembimbingan, serta kemudahan mengikuti perkuliahan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang ramah, inklusif, dan tetap unggul secara akademik,” ungkap salah satu pimpinan Pascasarjana IAIN Takengon.
Menutup kegiatan, salah satu dosen IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran rombongan Pascasarjana UIN MYB.
“Kehadiran para narasumber dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar membuka cakrawala baru bagi kami. Kolaborasi seperti ini sangat kami rindukan, karena menghadirkan semangat baru dalam mengembangkan pendidikan Islam di Tanah Gayo,” ujarnya haru.
Sementara itu, Cut Lia Fitri, mahasiswa Magister PAI IAIN Takengon, menuturkan bahwa pengalaman mengikuti seminar tersebut menjadi inspirasi tersendiri.
“Kami merasa mendapat energi baru. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memotivasi kami untuk terus berproses dan berkontribusi bagi pendidikan Islam di daerah kami,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan semangat “Satu Kunjungan, Banyak Input”, sinergi antara Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan IAIN Takengon diharapkan menjadi langkah nyata menuju pendidikan Islam yang kolaboratif, inovatif, dan berkeadaban. (Fathur dan Desi)
***
