Pemanfaatan Generative AI ChatGPT untuk Tingkatkan Kompetensi Guru dan Calon Guru Sains

Batusangkar, 16 Oktober 2025. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa Generative Artificial Intelligence (Gen AI), khususnya ChatGPT, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kompetensi TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) mahasiswa dan calon guru dalam pendidikan sains.

TPACK, sebuah kerangka kerja penting bagi pendidik abad ke-21, menggabungkan pemahaman tentang konten pelajaran (Content Knowledge), metode pengajaran (Pedagogical Knowledge), dan teknologi (Technological Knowledge).

Pemanfaatan ChatGPT menawarkan empat jalur keuntungan utama yang dapat mendukung pengembangan domain TPACK terkait AI bagi para peserta didik dan calon guru lainnya:

  1. Akses Informasi Teknologi Pendidikan: ChatGPT dapat menyediakan informasi dan penjelasan mengenai beragam teknologi, termasuk perangkat dan software teknologi pendidikan.
  2. Saran Strategi Pembelajaran Efektif: ChatGPT mampu menawarkan saran dan strategi untuk praktik pengajaran dan pembelajaran yang efektif.
  3. Sumber Daya Konten Spesifik: ChatGPT dapat memberikan penjelasan dan sumber daya yang berkaitan dengan area konten spesifik mata pelajaran.
  4. Aplikasi Kontekstual yang Fleksibel: Pendidik dapat menggunakan ChatGPT dalam cara yang lebih kontekstual di lingkungan sosial-budaya spesifik mereka, baik itu di sekolah formal, program pendidikan guru, maupun situasi pembelajaran multimodal K-12.

Mendefinisikan Ulang Peran Guru di Era AI

Penggunaan Gen AI seperti ChatGPT menuntut guru dan pendidik untuk menjelajahi kompetensi mereka demi mencapai praktik terbaik di kelas.

Pendidik yang mengintegrasikan Gen AI seperti ChatGPT harus menyeimbangkan penggunaannya dengan menjaga integritas pembelajaran. Bagian krusial dari proses ini adalah mengajarkan siswa cara menggunakan AI secara efektif.

Guru perlu memahami bahwa siswa tidak hanya perlu tahu cara menggunakan teknologi secara umum. Mereka juga harus belajar bagaimana menerapkan alat AI dengan tujuan spesifik yang selaras dengan tujuan pembelajaran mereka.

Tujuan utama Gen AI seperti ChatGPT adalah membantu siswa bertransisi dari “buta” terhadap keterampilan digital mereka sendiri menjadi pembelajar yang teregulasi diri (self-regulated learners).

Proses ini dikenal sebagai “penentuan tujuan lain” (other-setting), di mana guru membimbing siswa menggunakan teknologi untuk mencapai tujuan mereka, menggeser pemahaman mereka dari pemahaman mekanis teknologi menjadi pemahaman yang lebih bertujuan (intentional).

Disarikan oleh Dr. Fathur Rahmi dalam kegiatan the 10th Batusangkar International Conference

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *