The 10th BIC 2025: Solusi Konkret Digital Lintas Sektor Mengemuka di UIN MY Batusangkar

Batusangkar – Batusangkar International Conference on Digital Technologies for Sustainable Development (BICoDIS) X telah sukses digelar selama dua hari, pada tanggal 11-12 Oktober 2025, di kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Konferensi ini menjadi forum penting yang menyoroti solusi-solusi konkret dan terapan dari pemanfaatan teknologi digital untuk pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.

BICoDIS ke-10 ini secara resmi dihelat sebagai platform kolaborasi akademik yang mempertemukan peneliti dan akademisi dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional, untuk mempresentasikan gagasan dan hasil riset mutakhir.

Pada hari kedua konferensi, suasana akademik memuncak dengan pemaparan 26 makalah yang disajikan secara paralel. Makalah-makalah tersebut menampilkan kekayaan rumpun keilmuan, mencakup bidang Pendidikan, Hukum Islam, Ekonomi, hingga Studi Islam. Diskusi menjadi tajam dan hangat karena menyoroti tema-tema paling aktual dan relevan dengan tantangan digitalisasi saat ini, seperti: Artificial Intelligence in Education (Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan), Fintech Syariah dan Inklusi Keuangan Digital (Peran teknologi finansial berbasis syariah dalam perluasan akses keuangan), Hukum Islam dalam pemanfaatan teknologi digital untuk perkembangan hukum yang berkelanjutan,  Digitalisasi Dakwah dan Pendidikan Islam (Transformasi metode penyebaran nilai-nilai dan ilmu keislaman di era digital).

Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan pertukaran gagasan, yang sekaligus menjadi ajang penting untuk membangun jejaring kolaboratif lintas institusi. Menutup rangkaian kegiatan, panitia kegiatan BIC X Dr. Sirajul Munir, M.Pd menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan semangat kolaborasi seluruh peserta dan pemateri. Direktur Pascasarjana sekaligus Keynote Speaker Prof. Marjoni Imamora, M.Sc menegaskan komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar terhadap luaran konferensi. “Hasil-hasil riset yang disajikan dalam BICoDIS 2025 ini akan segera disusun menjadi buku prosiding ber-ISBN, jurnal terindeks sinta dan jurnal terindeks internasional. Ini bukan hanya sekadar publikasi, namun akan menjadi referensi penting dalam pengembangan kebijakan akademik serta riset terapan di bidang teknologi berkelanjutan,” tegas Prof. Marjoni.

Dengan suksesnya perhelatan ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan dialog akademik global. Kampus ini secara konsisten berkomitmen untuk menjembatani antara sains, spiritualitas, dan kemajuan peradaban digital, membuktikan perannya sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

Di akhir kesempatan, Prof.Marjoni menyampaikan, “Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya, kita dapat mengakhiri konferensi internasional BICoDIS 2025 ini dengan sukses. Selama beberapa hari ini, kita telah bersama-sama mengeksplorasi tema “Teknologi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Diskusi-diskusi yang kaya dan kolaborasi yang terjalin tidak hanya berhenti di ruangan ini, tetapi telah memberikan kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Berikut adalah capaian utama yang telah kita raih:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Melalui sesi Pendidikan dan Kepemimpinan, kita telah berbagi inovasi dalam pembelajaran personalisasi dengan bantuan AI dan Big Data. Komitmen kita untuk memastikan teknologi memperkaya, bukan menggantikan, sentuhan manusia dalam pendidikan, merupakan langkah nyata menuju pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.

SDG 8 & 9: Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

Dialog kita di bidang Ekonomi Digital dan Kewirausahaan telah membuka wawasan tentang model bisnis yang tangguh dan pemanfaatan E-Commerce dan Fintech. Semangat untuk menciptakan ekosistem yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keadilan dan ketahanan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal, adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat

Pembahasan mendalam tentang Penguatan Studi dan Nilai-Nilai Islam melalui teknologi digital menunjukkan bagaimana tradisi dan modernitas bersinergi. Komitmen kita untuk mengisi ruang digital dengan kebijaksanaan, memperluas dakwah yang menyejukkan, dan meningkatkan aksesibilitas layanan keagamaan melalui digitalisasi, secara langsung memperkuat pondasi masyarakat yang adil dan damai.

Akhirnya, semangat Kemitraan Global (SDG 17) adalah jiwa dari konferensi ini. Jaringan yang telah kalian bangun dan kolaborasi yang dirintis adalah modal berharga untuk mewujudkan semua tujuan tersebut.

Konferensi ini berakhir, tetapi perjalanan kita baru dimulai. Mari kita bawa pulang semangat dan komitmen ini. Mari kita wujudkan tindak lanjut nyata di komunitas masing-masing, dan terus menjadi arsitek masa depan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijaksana dan penuh kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *