UIN Sultanah Nahrasiyah dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar Perkuat Kolaborasi Pascasarjana: Sinergi Magister dan Doktor untuk Pendidikan Islam Berdaya Saing

Batusangkar, 14 November 2025 — Dua perguruan tinggi Islam negeri di Sumatra, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar (MYB), resmi menjalin kolaborasi akademik dalam memperkuat Program Magister dan Doktor. Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan dinamika global.

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen untuk membangun jaringan keilmuan yang kokoh dan produktif di antara perguruan tinggi Islam negeri.

“Kolaborasi ini bukan hanya formalitas MoU, tetapi upaya konkret memperkuat riset, publikasi, dan pembelajaran berbasis integrasi ilmu. Kita ingin pascasarjana menjadi pusat keunggulan keilmuan Islam yang solutif terhadap tantangan zaman,” ujar Prof. Danial.

Ia menambahkan, sinergi kedua kampus akan meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, penguatan kurikulum berbasis riset, serta pengembangan sistem pembelajaran digital untuk meningkatkan kualitas akademik dan daya saing lulusan.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., menyebut kolaborasi ini sebagai wujud nyata semangat shared vision dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan Islam yang unggul dan inklusif.

“Kami percaya, kemajuan pendidikan Islam hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang saling menguatkan. Pascasarjana harus menjadi laboratorium keilmuan dan inovasi—tempat lahirnya pemikiran Islam moderat yang berpijak pada nilai, tapi melangkah dengan sains dan teknologi,” ungkap Prof. Marjoni.

Lebih lanjut, Prof. Marjoni menyampaikan bahwa sinergi ini juga akan membuka peluang joint research antar mahasiswa pascasarjana, penulisan artikel ilmiah bersama dosen lintas kampus, serta seminar dan konferensi internasional kolaboratif.

“Kita sedang membangun ekosistem akademik yang tak lagi dibatasi wilayah administratif. Mahasiswa kita harus punya akses luas untuk berkolaborasi lintas kampus, bahkan lintas negara,” tambahnya.

Dosen Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Nurhayati, M.Ag., menilai kerja sama ini menjadi peluang besar untuk memperkuat kompetensi dosen dalam bidang riset dan publikasi.

“Kami antusias dengan kolaborasi ini. Banyak potensi penelitian yang bisa dikembangkan bersama, terutama dalam kajian integrasi Islam dan sains yang menjadi fokus kedua kampus,” ungkapnya.

Senada dengan itu, dosen Pascasarjana UIN MYB, Dr. Zainal Abidin,/ Suharmon M.Pd., menilai kerja sama tersebut akan berdampak langsung pada penguatan mutu akademik mahasiswa.

“Mahasiswa akan mendapat pengalaman akademik yang lebih luas. Mereka bisa belajar lintas lingkungan akademik dan memperluas jejaring ilmiah,” tuturnya.

Dari sisi mahasiswa, antusiasme juga terlihat. Siti Rahmah, mahasiswa Program Magister Pendidikan Islam UIN Sultanah Nahrasiyah, mengaku kerja sama ini membuka peluang baru dalam kolaborasi riset lintas daerah.

“Kami berharap ada program pertukaran mahasiswa agar bisa merasakan atmosfer akademik di UIN MYB yang dikenal kuat dalam penelitian berbasis nilai lokal dan digitalisasi pendidikan,” ujarnya dengan semangat.

Sementara itu, Ahmad Salman Farid, M.Sos, mahasiswa Doktor UIN MYB, menilai kolaborasi ini memperluas cakrawala berpikir mahasiswa pascasarjana.

“Ini langkah maju bagi pendidikan Islam. Kami bisa belajar dari pengalaman UIN Sultanah Nahrasiyah yang fokus pada pengembangan moderasi beragama dan konteks sosial Aceh,” katanya.

Kolaborasi strategis antara UIN Sultanah Nahrasiyah dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan menjadi model penguatan Pascasarjana di Indonesia, dengan menekankan pada integrasi keilmuan Islam, penguasaan teknologi digital, dan peningkatan produktivitas riset. Kedua pihak sepakat, pendidikan tinggi Islam harus mampu melahirkan lulusan yang unggul, moderat, inovatif, dan berdaya saing global.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *