Wakil Direktur Pascasarjana UIN Batusangkar Paparkan Strategi English Speaking for Beginners di Solok
Batusangkar, 9 Februari 2026 – Dr. Sirajul Munir, M.Pd, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, menyampaikan materi bertajuk “English Speaking for Beginners: From Nervous to Confident” dalam Workshop Yayasan Wakaf Bunda Sa’adiah yang digelar di Solok, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi penguasaan Bahasa Inggris serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi. Workshop tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan yang memiliki komitmen meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris di tengah tantangan era disrupsi.

Dalam pemaparannya, Dr. Sirajul Munir menegaskan bahwa disrupsi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari dan berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, menurutnya, lembaga pendidikan perlu melakukan adaptasi dan inovasi secara berkelanjutan, termasuk dalam penguatan kompetensi bahasa asing sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perubahan global.

Selain itu lembaga pendidikan harus menciptakan keunggulan seperti penguasaan bahasa Inggris yang dapat diterapkan secara sistematis, yakni penyamaan visi dan sosialisasi, pengembangan materi, serta fase peluncuran program. Tahapan tersebut dirancang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan terarah dan berkelanjutan.
Secara praktis, Dr. Sirajul Munir memaparkan sejumlah strategi bagi pemula dalam meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris. Di antaranya adalah menghafalkan frasa-frasa umum, melakukan latihan micro speaking, menggunakan fillers secara tepat, mencari speaking buddy yang sesuai, serta menerapkan teknik shadowing dengan memutar film pendek dan menirukan langsung penuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya praktik aktif dan konsisten. “Jangan malu untuk berbicara. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jika melakukan kesalahan, perbaiki, pelajari kembali, dan bersabar hingga tujuan tercapai,” ujarnya.
Workshop ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam membangun budaya berbahasa Inggris yang lebih adaptif dan progresif, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia di era transformasi pendidikan yang terus berkembang. (fath48)
***
